Baca juga : cara merawat kelinci di musim hujan) Atasi penyebabnya, mengatasi beberapa penyebab dengan baik seperti tulang yang patang, stres, dll harus dilakukan untuk dapat mengembalikan kondisi kelinci dari yang lumpuh kembali normal.
JAKARTA, - Cuaca yang basah, atau saat hujan biasanya disukai oleh tanaman. Namun, hujan yang berlebihan pada tanaman dapat menyebabkan penyakit melalui bakteri dan jamur patogen yang disebabkan oleh kelembaban jangka panjang pada dedaunan dan dari Gardening Know How, Senin 7/12/2020, pengaruh cuaca hujan yang terus menerus akan mengakibatkan tanaman bintik-bintik pada dedaunan, pembusukan pada daun, batang, atau buah, dan layu. Baca juga Kenapa Daun Tanaman Hias Gosong dan Seperti Terbakar? Bahkan, pada kasus yang parah bisa mengakibatkan kematian seluruh tanaman. Hujan yang ekstrim juga dapat menghalangin penyerbuk yang memengaruhi tanaman mekar dan berbuah. Biasanya, penyakit yang akan menyerang tanaman di musim hujan adalah jamur antraknosa. Jamur ini akan menyebar melalui cabang bawah kemudian bertahap menyerang ke pohon. Untuk mengatasinya, keruk dan buang sisa pohon selama musim tanam dan musim gugur. Pangkas di musim dingin atau hujan untuk meningkatkan aliran udara dan menghilangkan bagian yang terinfeksi. Baca juga Simak, 5 Ide Menggantung Tanaman Hias Selain itu, semprotan fungisida dapat menjadi solusi lainnya, namun lebih efektif disemprotkan ke pohon besar. Berbagai PenyakitPenyakit lainnya yang sering menyerang tanaman di musim hujan adalah jamur tepung. Jamur tepung adalah penyakit umum lainnya yang disebabkan oleh hujan yang berlebihan. Tanaman yang terkena jamur ini memiliki noda seperti tepung putih pada permukaan daun. Jamur ini juga menginfeksi daun lama dan baru. Sinar matahari dan panas akan membunuh jamur ini atau bisa menggunakan minyak nimba, sulfur, bikarbonat, fungisida organik dengan Bacillius subtillis atau fungisida sintetis untuk mengatasinya. Selain itu, tanaman juga bisa terjangkit jamur keropeng apel. Jamur keropeng apel menyebabkan daun melengkung dan menghitam serta bintik hitam yang muncul pada daun semak mawar selama musim hujan. Penyakit hawar api juga dapat singgah di tanaman saat musi hujan. Hawar api adalah penyakit bakteri yang menyerang pohon buah-buahan, seperti pir dan apel. Pencegahan Penyakit mudah menyebar dari satu tanaman ke tanaman lainnya saat daun basah, jadi hindari pemangkasan atau pemanenan sampai dedaunan mengering. Baca juga Cara Merawat Tanaman Hias Poinsettia atau Kastuba Merah Pangkas tanaman untuk meningkatkan aerasi dan menambah waktu kering setelah hujan lebat atau pagi yang lembab. Selain itu, perbaiki drainase tanah dan tanam di gundukan yang ditinggikan. Jika menemukan tanaman yang terinfeksi, segera pangkas dan buang untuk mencegah penyebarannya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Janganmembeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan. Jangan percaya bahwa musim hujan banyak mengakibatkan kematian. Bukan soal musim hujannya, tetapi kelembabab dan kebersihan yang jadi masalah. Kalau bisa ditangani secara baik dijamin tidak akan banyak kematian
Terkadang kita dibuat bingung dengan fenomena kelinci pada musim hujan, tepatnya saat awal bulan November sampai akhir Februari. Di bulan-bulan tersebut biasanya keluhan mengenai kematian kelinci yang mendadak semakin marak. Bukan hanya anak kelinci yang mati, tapi induk-induknya juga ikut mati akibat sakit di musim hujan. Padahal jika dipikir-pikir harusnya kelinci tidak mati saat musim hujan. Karena posisi kelinci tidak kehujanan. Selain itu, di habitat aslinya kelinci juga tidak mati saat musim hujan. Tapi kenapa kelinci kita mati? Yang salah sebenarnya cuaca atau kitanya? Yang jelas, manusianya yang salah. Namun tentu saja semua ada penyebabnya. Tidak mungkin ada akibat kalau tidak ada sebab. Untuk itu demi menjawab persoalan-persoalan yang ada di grup-grup media sosial mengenai penyakit kelinci pada musim hujan, akan membagikan tips jitu mencegah penyakit yang menyerang kelinci di musim hujan. Disertai juga penyebab-penyebab mengapa kelinci banyak yang mati di musim hujan. Penyebab dan Cara Mencegah Penyakit Kelinci di Musim Hujan Jika ada pertanyaan, "Mengapa kelinci sering mati mendadak di musim hujan dan lebih rentan terhadap penyakit?" Jawabannya adalah karena musim hujan bisa mempengaruhi perubahan suhu dan kelembaban. Kadar udara semakin dingin dan tingkat kelembaban semakin tinggi. Ditambah lagi rumput-rumput menjadi basah. Kondisi seperti itulah yang menjadi penyebab kelinci sakit pada musim hujan. Bakteri dan virus berkembang biak dengan cepat. Rumput yang basah menjadi tempat yang paling baik bagi pertumbuhan parasit eimeria. Eimeria sendiri adalah salah satu virus yang dapat menyerang tubuh kelinci serta mengakibatkan diare dan lain lain. Kelinci yang masih kecil dan memiliki daya tahan tubuh yang lemah, rentan terhadap parasit tersebut. Bahkan kelinci dewasa yang berdaya tahan tubuh lemah juga bisa terkena imbasnya. Oleh sebab itu kalian harus mengurangi resiko kematian kelinci pada musim hujan. Karena bila sudah terlambat, memakai obat saja kurang maksimal. Berikut beberapa langkah mencegah penyakit kelinci musim hujan 1. Cuci Rumput untuk Pakan Kelinci Jangan beranggapan kalau hujan akan membersihkan debu debu yang menempel pada rumput. Sebaliknya justru gerimis atau hujan akan membuat rumput semakin kotor, terutama di daerah perkotaan yang sudah tercemar oleh banyak sampah. Maka sebaiknya mencuci ulang rumput yang akan dijadikan pakan kelinci. Begitu juga pada rumput kering. Untuk berhati-hati dan memastikan tidak ada bakteri di musim hujan. Sebaiknya dicuci dulu. 2. Mengambil Rumput di Waktu yang Tepat Sebisa mungkin kalian perhatikan waktu pengambilan rumput untuk pakan kelinci. Kalau bisa mengambilnya saat kering tidak basah karena hujan. Biasanya rumput-rumput yang kering pada saat matahari di atas kita sekitar jam sampai jam siang. Panasnya matahari dapat mengurangi pertumbuhan bakteri penyakit. Baca Jenis Rumput yang Baik untuk Makanan Kelinci 3. Hindari Kelembaban Kandang Kelinci Kandang yang bersuhu lembab bisa menjadi sarang virus penyakit kelinci. Sehingga rentan terkena scabies. Agar hal itu tidak terjadi, kurangi kelembaban kandang tersebut dengan menempatkan di bawah panas matahari pagi pukul, sampai pukul, pagi. Setidaknya kalian bisa menjemurnya selama setengah jam. Hingga bakteri-bakteri yang ada di dalam kandang mati semua. 4. Berikan Air Minum Bersih Kelinci juga membutuhkan minum sebagaimana yang sudah kami bahas di artikel, cara memberi minum kelinci. Namun jangan sampai memberi minum yang ditampung dari air hujan. Sebab kebersihan air hujan yang sudah ditampung kurang terjamin. Silakan gunakan air sumur yang sudah diendapkan semalam atau beberapa jam. Baca juga Ukuran Memberi Air Minum pada Kelinci Setiap Hari Itulah 4 langkah tepat pencegahan penyakit kelinci pada musim hujan. Semoga kalian bisa mengatasinya dengan mudah tanpa ada kesulitan. Bagikan ke yang lain. Selainitu tiga (3) penyakit lainnya (avian influenza H5N1, anthrax dan leptospirosis) yang memang sudah ada di Indonesia dapat diperkirakan juga akan sering muncul seiring dengan terjadinya perubahan iklim terutama pada musim hujan yang berkepanjangan.
Jakarta - Musim hujan mulai melanda sejumlah daerah di Indonesia. Hujan yang mengguyur terus menerus tak jarang menimbulkan banjir di sejumlah daerah. Seperti wilayah Ibu Kota, hujan yang mengguyur deras beberapa hari terakhir ini, mengakibatkan sejumlah daerah di Jakarta tergenang sedikit warga yang akhirnya terpaksa mengungsi akibat banjir. Namun, musim hujan juga perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan sejumlah penyakit. Dikutip dari laman Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, berikut ini sejumlah penyakit yang dapat muncul ketika musim hujan melandaDiareDemam berdarahPenyakit leptospirosis atau demam banjir yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang menginfeksi manusia melalui kontak dengan air atau tanah yang masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir mata atau luka lecet pada bagian Saluran Pernapasan Akut ISPAPenyakit kulitPenyakit saluran cerna lain, seperti demam tifoidMemburuknya penyakit kronis karena penurunan daya tahan tubuh seseorang akibat musim hujan yang Pencegahan penyakit saat musim hujan Simak Video "Hanya 55% Ibu Hamil yang Dites HIV, Kemenkes Sebagian Tak Dapat Izin Suami" [GambasVideo 20detik]
DiIndonesia kita bersyukur hanya ada musim hujan dan kemarau. Di luar sana kelinci harus menghadapi cuaca dingin bahkan winter atau salju dengan suhu turun drastis. Kutu penyebab kudis Jangan mencampur kelinci lain dengan kelinci karena penyakit kudis ini bisa menular. Penyakit ini selain bisa ditularkan ke kelinci lain juga bisa menular Skip to content Beranda / Informasi Kesehatan / Kesehatan Umum / 7 Penyakit Khas Musim Hujan yang Wajib Diwaspadai Semua Orang 7 Penyakit Khas Musim Hujan yang Wajib Diwaspadai Semua Orang – Musim monsun barat akhirnya tiba dan hampir semua kawasan di Indonesia diguyur hujan yang cukup deras. Saat musim hujan tiba, udara biasanya cenderung dingin saat malam hari. Selain itu, siang saat mendung masih menggantung, kita akan merasakan panas yang cukup kuat sehingga peluang terjadi gangguan pada tubuh akan karena cuaca saat musim hujan yang sangat tidak menentu, menjaga kesehatan adalah hal yang harus dilakukan dengan baik. Tanpa menjaga kesehatan, daya tahan akan menurun dan Anda mudah sekali terkena beberapa penyakit khas musim hujan di bawah ini. Jenis penyakit khas musim hujan Penyakit khas musim hujan ada banyak dan sebagian besar sering disepelekan. Padahal penyakit di bawah ini bisa jadi sangat berbahaya dan menurunkan produktivitas. Demam berdarah dengue Tidak bisa dimungkiri lagi kalau musim hujan yang tiba di Indonesia akan meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti akan meningkat. Nyamuk ini membawa virus dengue yang menyebabkan demam pada tubuh hingga perdarahan yang bisa memicu kondisi berbahaya. Cara mencegah penularan penyakit ini adalah tidak tidur saat siang hari di kamar. Lebih baik beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, daya tahan tubuh yang buruk juga mempercepat virus berkembang dan akhirnya menyebabkan perdarahan di mulut dan hidung. Diare Saat musim hujan tiba, bakteri penyebab diare akan mudah sekali mengalir bersama dengan air. Kalau air itu terciprat di tubuh lalu mengenai tangan, penularan bisa terjadi. Apalagi kalau tangan tidak segera dicuci hingga bersih. Setelah berada di luar ruangan dan terkena air hujan, usahakan untuk mencuci tangan hingga bersih. Kalau Anda ingin aman, bisa mandi dan mengganti pakaian. Dengan melakukan hal tersebut, kemungkinan terjadi diare akan rendah. Demam dan batuk Udara saat musim hujan cenderung sangat rendah dan juga tidak nyaman. Dengan kondisi ini demam akan mudah sekali terjadi. Beberapa orang terkena air hujan sedikit saja bisa langsung demam karena daya tahannya terus anjlok. Senada dengan demam, batuk juga mudah sekali menyerang saat musim hujan. Gejala batuk akan muncul perlahan-lahan dalam bentuk gatal di tenggorokan dan nyeri saat menelan makanan. Selanjutnya batuk berdahak atau kering akan muncul sehingga Anda harus mengatasi dengan obat yang tepat. Influenza Selain batuk yang membuat perut sakit, kondisi influenza juga kerap muncul dan menyebabkan masalah yang besar. Flu akan membuat tubuh menjadi lemas dan tidak nyaman. Konsentrasi akan anjlok dan daya tahan tidak bisa dipertahankan. Saat flu muncul, hidung akan kerap bersin dan muncul ingus. Influenza harus segera diatasi agar tubuh kembali normal. Selain itu, flu juga mudah sekali menular. Sekali bersin, virus akan menyebar ke mana-mana dan orang yang ada di sekitar Anda bisa terkena. Selalu sediakan masker agar tidak menyebarkan virus dan Anda tidak terkena virus lain dan udara kotor dari luar. Lepotospirosis Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan diare, demam tinggi, nyeri pada otot, dan muntah berkali-kali. Penyakit dibawa oleh tikus dan menular dari kotorannya. Saat kotoran terkena air hujan, bakteri akan menyebar ke mana-mana dan bisa masuk ke dalam tubuh melalui kaki, tangan, atau luka terbuka. Kalau Anda merasakan mual dan diare selama berhari-hari dan tidak ada tanda kesembuhan segera hubungi dokter. Kalau pun nantinya bukan leptospirosis, Anda akan segera mendapat pertolongan. Jamur di kaki Masalah lain saat musim hujan yang harus tetap diwaspadai adalah jamur di kaki. Jamur di kaki sering muncul karena terus terendam dengan air hujan. Kondisi ini menyebabkan kaki jadi mengalami infeksi dan aromanya tidak sedap. Typus Typus juga sering muncul dan cara penularannya seperti diare. Tangan yang kotor atau makanan yang mengandung bakteri masuk ke tubuh. Akhirnya bakteri menyebabkan gangguan di saluran pencernaan seperti gangguan di usus dan area di sekitarnya. Cara menjaga daya tahan tubuh saat musim hujan Saat hujan, tubuh akan mudah sekali sakit karena daya tahan tubuh yang terus anjlok. Agar hal ini tidak terjadi, lakukan beberapa tips di bawah ini. Pastikan selalu membawa payung atau mantel saat keluar rumah. Dengan menggunakan dua benda tersebut, paling tidak Anda tidak akan basah kuyup dan tubuh menjadi kotor. Air hujan mengandung senyawa tertentu yang bisa membuat seseorang mudah sekali pusing hingga sakit. Gunakan pakaian yang lebih tebal dari biasanya. Kalau pun tidak tebal, usahakan memakai atasan lengan panjang dan bawahan yang sama panjangnya. Kalau Anda kehujanan dan mengenai kepala cukup banyak, segera mandi dan keramas. Bersihkan rambut dna kulit kepala hingga bersih. Perbanyak mengonsumsi minuman yang hangat. Anda boleh mengonsumsi teh, wedang jahe, atau air putih hangat. Jangan minum air es kalau merasa tidak nyaman. Perbanyak istirahat untuk menjaga daya tahan tubuh. Dalam satu hari pastikan tidur selama 6-8 jam. Selalu hidrasi tubuh Anda dengan minum hingga 8 gelas air. Perhatikan apa yang Anda makan. Pastikan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin C tinggi agar tubuh semakin kuat. Tetap lakukan olahraga semampunya. Jangan hanya tidur dan bermalas-malasan karena bisa membuat Anda rentan sakit. Inilah ulasan tentang penyakit yang muncul saat musim hujan dan beberapa cara untuk menjaga daya tahan tubuh. Nah, dari beberapa gangguan di atas, mana saja yang kira-kira mudah sekali menular dan mengenai banyak orang? Semoga kita selalu sehat selama musim hujan, ya! DokterSehat © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi

Dimusim hujan kasus leptospirosis akan meningkat karena banyaknya genangan air yang bisa menjadi media penyebar penyakit - Health - okezone health

Penyakit Yang Menyerang Kelinci Pada Musim Hujan Merawat Kelinci. Para peternak kelinci selalu was-was ketika musim-musim penghujan sudah mulai datang. Pada awal bulan oktober, november, desember semakin banyak laporan mengenai kematian kelinci secara mendadak. Banyak laporan masuk dari para peternak kelinci kematian mendadak tidak hanya pada anak kelinci tapi juga untuk kelinci indukan. Pertanyaan yang tersisa adalah apakah musim hujab yang membawa kematian pada kelinci anda? Jawabannya tentu saja tidak, karena kelinci anda tidak kehujanan dan yang kedua apakah kelinci di alam bebas juga mati mendadak ketika musim hujan tiba? Musim hujan membawa perubahan terutama pada suhu dan kelembaban rata-rata udara. Keadaan ini tentunya tidak berpengeruh bagi kelinci tapi berdampak sangat baik untuk perkembangan berbagai macam protozoa, bakteri dan juga virus. Hujan menyebabkan rumput menjadi basah dan menjadi tempat yang sangat baik bagi pertumbuhan eimeria yang menyerang tubuh kelinci. Kelinci dewasa dengan daya tahan tubuh lemah tentunya akan terkena imbasnya. Untuk mengurangi resiko kematian tentu saja obat tidak akan bekerja secara maksimal. Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi masalah tersebut adalah sebagai berikut Rumput basah karena hujan bukan berarti hujan menyapu debu yang melekat pada rumput. Gerimis malah membuat rumput semakin kotor terutama hujan yang terjadi daerah kota yang kemungkinan sudah tercemar dan mengandung asam. Sebaiknya mencuci ulang rumput pakan kelinci sebelum diberikan kepada kelinci anda, Perhatikan waktu pengambilan rumput pakan, sebisa mungkin mengambil rumput dalam keadaan kering atau pada saat matahari siang jam 11 sedang terik karena pada kondisi ini matahari dihantam panas matahari yang mampu mengurangi bakteri. Rumput kering sama buruknya dengan rumput basah karena debu yang berterbangan bisa menyerang kelinci anda. Sebaiknya cuci rumput tersebut kecuali bagi peternak di desa yang jauh dari keramaian kota, namun tidak salah memastikan kebersihan pakan karena ada resiko tercemar pestisida. Kandang lembab dapat membuat serangan penyakit dan memperburuk scabies pada kelinci. Kemungkinan kandang lembab jauh lebih banyak menyimpang bibit penyakit dibandingkan dengan kandang kering. Upaya penempatan kandang kelinci pada tempat yang terkena panas matahari pada jam 7 sampai dengan jam 9 paling tidak mendapatkan sinar matahari selama setangah jam karena sinar matahari ini sangat baik untuk kesehatan baik untuk kelinci aupun mahluk lain. Jangan memberikan air minum yang ditampung dari air hujan karena air hujan juga tidak memerikan jaminan kebersihan air. Gunakan air pam yang sudah diendapkan terlebih dahulu sebelum memberikan air tersebut kepada kelinci. Peternak di kota-kota besar mendapatkan masalah berupa penurunan kualitas air tanah sebagai air minum namun bagi peternak dari desa masih aman-aman saja. Lokasi Musimhujan telah tiba, meski puncaknya baru terjadi Januari hingga Februari 2015. Seperti biasa, Om Kicau hanya mengingatkan sobat kicaumania agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan burung peliharaannya selama musim hujan. Kali ini, Om Kicau ingin mengupas masalah perawatan cendet di musim hujan agar tidak mudah ngedrop.
Cara Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Ternak Kelinci Hama dan Penyakit Ternak – Ternak kelinci merupakan hewan peliharaan yang membutuhkan perawatan dan kedisiplinan dalam pemeliharaannya. Ketidakdisiplinan peternak dalam menjaga kebersihan kandang dapat menimbulkan kerugian akibat matinya ternak karena serangan penyakit. Kandang dan lingkungan yang kotor akan memicu perkembangan serangga, jamur atau organisme penyebab penyakit pada kelinci. Selain itu, penyakit pada ternak kelinci juga disebabkan karena kebutuhan nutrisi dan gizi tidak terpenuhi dengan baik. 17 Jenis Penyakit yang Sering Menyerang Ternak Kelinci 1. Penyakit Gudig/Kudis Scabies pada Kelinci Penyakit gudig, kudis atau scabies pada ternak kelinci disebabkan oleh tungau Darcoptes scabies. Bagian tubuh kelinci yang sering diserang penyakit ini adalah tepi telinga. Gejala Penyakit Gudig/Kudis pada Ternak Kelinci a. Gejala serangan tungau Darcoptes scabies terlihat dengan timbulnya bintik-bintik coklat pada bagian tepi telinga. b. Gejala tersebut biasanya akan menjalar ke sekitar mata, hidung dan pangkal kuku jari kaki. c. Pangkal kuku jari kaki kelinci yang terserang akan membengkak dan berwarna kemerahan, d. Jika tidak segera diobati, penyakit gudig akan menjalar keseluruh bagian tubuh kelinci. Pengendalian Penyakit Gudig/Kudis/Scabies pada Kelinci a. Menjaga kebersihan kandang kelinci dan lingkungan sekitarnya, b. Kelinci yang terserang diisolasi agar tidak menular pada kelinci lainnya, c. Mengolesi bagian yang luka menggunakan salep belerang 2-3 kali sehari, d. Pemberian obat wormektin dengan menyuntikkan pada bagian bawah kulit kelinci yang sakit tidak sampai masuk kedalam daging. 2. Penyakit Sembelit pada Kelinci Sembelit atau susah buang air besar pada ternak kelinci disebabkan oleh pemberian pakan kering yang tidak seimbang dengan kebutuhan air. Gejala Sembelit pada Kelinci a. Ternak terlihat gelisah, b. Air kencing sangat sedikit Pengendalian Sembelit pada Kelinci a. Memberi pakan dan minum yang seimbang sesuai dengan kebutuhan kelinci, b. Memberi pakan hijauan yang mengandung serat tinggi. 3. Penyakit Flu Kelinci Pilek/Influenza Penyakit pilek pada kelinci disebabkan oleh virus/bakteri. Meskipun tergolong penyakit ringan dan tidak berbahaya, namun jika tidak segera diobati dapat berakibat fatal. Lingkungan kandang yang lembab/kurang sinar matahari dapat memicu perkembangbiakan virus/bakteri penyebab flu pada kelinci. Gejala Penyakit Pilek/Flu pada Kelinci a. Nafsu makan ternak kelinci menurun, b. Kelinci mengalami bersin-bersin dan malas bergerak, c. Hidung dan lubang hidung kelinci terlihat basah dan kaki kelinci sering menggaruk bagian tersebut, d. Pada serangan berat dan lama akan menyebabkan peradangan pada rongga hidung dan menyebabkan gangguan pernafasan Sehingga kelinci menjadi lemas dan mati. Pengendalian Penyakit Flu/Pilek pada Ternak Kelinci a. Bagian hidung kelinci penderita diseka menggunakan kain lembut dan air hangat, kemudian dilap hingga kering, b. Kemudian diolesi salep zinooxida dan ternak kelinci dijemur sebentar, c. Atau ditetesi menggunakan obat tetes influenza, d. Kelinci penderita flu/pilek diletakkan pada kandang yang lebih hangat, d. Usahakan kandang kelinci menghadap ke arah timur agar cukup mendapatkan sinar matahari. 4. Penyakit Radang Puting Susu pada Kelinci Susu Membengkak dan Mengeras Mastitis Puting susu atau susu kelinci membengkak dan mengeras biasanya disebabkan oleh tidak keluarnya air susu atau keluar hanya sedikit. Hal tersebut karena anak kelinci yang lahir hanya sedikit atau anak kelinci tidak mau menyusu induknya. Bisa juga disebabkan karena penyapihan yang tidak benar, yaitu terlalu cepat melakukan penyapihan/mendadak sebelum waktunya sehingga air susu yang masih diproduksi tidak keluar. Gejala Puting Susu atau Susu Kelinci Membengkak a. Puting susu ternak kelinci membengkak dan mengeras serta berwarna merah muda, b. Jika dipegang/disentuh terasa panas dan keras, c. Lama-lama kulit disekitar puting susu kelinci berwarna gelap, d. Jika tidak segera diobati, puting susu/susu kelinci bisa pecah. Cara Mengatasi Puting Susu/Susu Kelinci Membengkak dan Mengeras a. Kelinci tidak mau menyusui apabila lingkungan disekitar kandang tidak nyaman dan bising/berisik yang membuat ternak kelinci gelisah. Oleh sebab itu, usahakan agar kandang terasa tenang dan tidak bising. b. Jangan melakukan penyapihan sebelum waktunya, biarkan induk kelinci menyusui sampai waktu normalnya, yaitukurang lebih 40-45 hari, c. Induk kelinci yang sedang menyusui tidak dipindah-pindah tempatnya agar kelinci tidak stres dibiarkan berada pada kandang dimana kelinci tersebut melahirkan. 5. Penyakit Mencret/Diare pada Ternak Kelinci Penyakit mencret/diare pada ternak kelinci sering dianggap hal yang biasa, padahal mencret bisa menyebabkan kematian. Ternak kelinci yang mengalami mencret jika dibiarkan dapat menyebabkan perut kelinci kembung dan tidak jarang mengakibatkan ternak mati. Penyakit mencret/diare pada kelinci bisa disebabkan oleh pakan yang diberikan. Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan ternak kelinci mengalami diare/mencret ; a. Ternak kelinci diberi pakan yang sudah basi, b. Ternak kelinci hanya diberi pakan hijauan yang tinggi kandungan airnya, c. Pakan hijauan diberikan dalam keadaan masih sangat segar, d. Waktu dan jumlah/porsi pakan yang diberikan pada ternak kelinci tidak tetap tidak teratur dalam memberi pakan, e. Memberi pakan tidak seimbang antara pakan berserat kasar dengan pakan tidak berserat serta kadar protein yang tidak seimbang dengan kebutuhan ternak kelinci. Gejala Mencret/Diare pada Ternak Kelinci a. Nafsu makan ternak kelinci menurun atau bahkan hilang nafsu makannya, b. Kelinci malas bergerak, lebih sering diam di pojok/sisi kandang, c. Bulu-bulu tubuh kelinci terlihat kasar, d. Perut kelinci kosong, e. Kotoran encer. Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Diare/Mencret pada Ternak Kelinci a. Memberikan pakan yang seimbang antara pakan berserat dengan pakan tidak berserat, b. Memberikan pakan dengan kadar protein yang sesuai dengan kebutuhan ternak kelinci, c. Pakan hijauan diberikan setelah agak layu, d. Kelinci yang menderita mencret/diare diberi pakan batang dan daun kacang-kacangan yang sudah dikeringkan. Bisa juga dicampur dengan daun pisang kepok yang agak muda, e. Mencampur pakan dari ampas tahu dengan obat mencret manusia dengan dosis yang disesuaikan dengan ukuran tubuh dan usia kelinci, f. Pakan dari ampas tahu harus selalu diganti dengan yang baru, g. Kelinci yang terserang mencret diberi perasan air kunyit melalui mulut dengan dosis 2-3 ml. 6. Cacingan pada Kelinci Cacingan pada kelinci disebabkan oleh cacing pita, Toxocara canis, cacing tambang, cacing gelang, Ancylostama caninum, Uncinaria stenochepala dan cacing cambuk. Cacing parasit tersebut kadang keluar bersama feses/kotoran dan dapat menular ke kelinci lainnya. Gejala Cacingan pada Kelinci a. Nafsu makan ternak kelinci turun/hilang, b. Tubuh kelinci kelihatan kurus, c. Tubuh lemah dan pucat Cara Pengobatan Cacingan pada Kelinci a. Menjaga kebersihan kandang, b. Memberi pakan yang bergizi dan bersih, c. Pemberian obat cacing. 7. Penyakit Radang Mata pada Kelinci Penyebab radang mata pada kelinci bisa karena bakteri, debu, asap atau benda kecil lainnya. Bisa juga karena kelinci suka menggosok-nggosokkan kepala atau pipinya ke dinding kandang/benda keras hingga mengenai mata. Aktifitas ini umumnya terjadi pada kelinci jantan yang sedang birahi. Gejala Radang Mata pada Kelinci – Keluarnya air mata yang menyebabkan bulu disekitarnya basah dan kusam, Cara Pengobatan Radang Mata pada Kelinci a. Pengobatan menggunakan obat tetes mata yang mengandung antibiotik, streptomycin dan penicillin b. Obat diteteskan pada mata kelinci atau dioleskan. 8. Penyakit Berak Darah coccidiosis pada Kelinci Penyebab penyakit berak darah pada ternak kelinci adalah bakteri Isospora bigemina. Penyakit ini menyerang usus dan hati dan bila menyerang anak kelinci resiko kematiannya tinggi. Gejala Penyakit Berak Darah coccidiosis pada Kelinci a. Gejalanya yaitu nafsu makan hilang, b. Tubuh kurus dan bobot badan turun, c. Perut membesar, dan d. Mencret yang bercampur darah. Pengobatan Penyakit Berak Darah coccidiosis pada Kelinci a. Dengan sulfaquinxalin atau obat-obatan berbahan aktif Sulfa lainnya, b. Cara pengobatan dicampur dengan air minum dosis 12 ml per liter air. c. Atau melalui injeksi penicillin, Sulfa Strong dan Oxylin 9. Makan Bulu Kekurangan pakan yang mengandung serat dan mineral bisa menyebabkan kelinci memakan bulunya sendiri atau bulu kelinci lainnya. Biasanya hal ini terjadi pada kelinci muda yang sedang tumbuh dewasa dan dipelihara secara koloni. Gejala ditandai dengan turunnya nafsu makan, bulu menjadi kasar dan terjadi gangguan pencernaan. Pencegahan dilakukan dengan memberi pakan berserat tinggi dan menambahkan garam pada pakan. 10. Penyakit Berak Encer pada Kelinci Enteritis Penyebab penyakit berak encer pada kelinci belum diketahui. Gejala Berak Encer pada Kelinci a. Kelinci kehilangan nafsu makan/nafsu makan turun, b. Kelinci malas bergerak dan badannya lemah, c. Bulu-bulu terlihat kasar, d. Perut kembung dan diare bercampur nanah, e. Kadang-kadang gigi bergeser. Cara Mengobati Berak Encer pada Kelinci – Pemberian larutan chlortetracycline, axytetracycline pada air minum 11. Penyakit Kudis Telinga/Kanker Telinga/Tungau Telinga Kelinci Penyebab penyakit kudis/kanker telinga kelinci adalah kutu Psoroptes cuniculi. Kutu ini hidup dan menyerang permukaan kulit bagian dalam telinga. Gejala Penyakit Kudis Teinga Kelinci Gejalanya yaitu kelinci suka menggeleng-gelengkan kepalanya karena telinga terasa gatal dan sering digaruk sehingga menimbulkan goresan. Kulit telinga bagian dalam keras, bersisik dan berwarna coklat. Cara Pengobatan Kudis Telinga Kelinci – Kudis telinga dapat diobati menggunakan zalf, scabisix 12. Penyakit Sore Hocks Popodermatis Penyakit yang disebut popodermatis ini disebabkan oleh alas kandang yang keras, kasar dan tidak nyaman, kelinci kelibihan berat badan akibat kelainan genetik. Penyakit ini mengakibatkan bulu kaki kelinci terkelupas dan kulit kaki terluka. Gejala Penyakit Sore Hocks Popodermatis pada Kelinci a. Bulu kaki terkelupas, biasanya berbentuk lingkaran, b. Kulit kaki terluka dan terjadi peradangan. Cara Pengendalian dan Pengobatan Penyakit Sore Hocks Popodermatis pada Kelinci a. Membuat alas kandang dari bahan yang halus dan tidak kasar, b. Mengontrol berat badan kelinci, c. Bersihkan luka menggunakan air hangat dengan antiseptik, d. Mengolesi obat luka. 13. Penyakit Pasteurellosis pada Kelinci Pasteurellosis adalah penyakit gangguan pencernaan pada ternak kelinci. Penyebab penyakit pasteurellosis pada kelinci adalah kuman Pasteurella multocida. Penyakit ini sering menyerang kelinci dewasa, baik jantan maupun betina. Gejala Penyakit Pasteurellosis pada Kelinci a. Feses/kotoran kelinci berwarna putih, b. Serangan dimulai dari saluran pencernaan bagian atas, c. Infeksi menjalar ke uterus, testicles dan kelenjar susu. Cara Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Pasteurellosis pada Kelinci a. Selalu membersihkan kandang dari feses/kotoran kelinci, b. Ventilasi kandang yang baik dapat mengurangi timbulnya penyakit penyakit pasteurellosis, c. Memelihara jenis kelinci yang tahan pasteurella dan vaksinasi, d. Pengobatan dengan cara disuntik menggunakan sulfadiazin atau penicillin dengan dosis 1 ml/kg berat badan. 14. Penyakit Radang Paru-paru Pneumonia pada Kelinci Penyakit Penumonia radang paru-paru pada ternak kelinci disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida. Dan juga kondisi kandang yang terlalu terbuka sehingga ternak sering terkena aliran angin secara langsung, udara lembab, dan pemberian pakan bernutrisi rendah. Gejala Penyakit Radang Paru-paru Pneumonia pada Kelinci a. Kelinci mengalami kesulitan bernafas, b. Sering mengangkat kepala tinggi-tinggi karena kesulitan bernafas, c. Mata dan telinga kebiru–biruan, kadang keluar cairan bernanah, d. Kotoran encer/mencret Cara Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Radang Paru-paru Pneumonia pada Kelinci a. Memelihara kelinci dalam kandang yang tidak terkenan aliran angin secara langsung, b. Ventilasi kandang yang baik sehingga udara didalam kandang selalu segar, c. Memberi pakan yang bergizi, d. Pengobatan dengan Sul-Q-Nox pada makanan atau minuman. 15. Penyakit Bisul pada Kelinci Penyakit bisul pada ternak kelinci disebabkan oleh penggumpalan darah kotor di bawah kulit. Cara pengendalian yaitu dengan mengeluarkan darah kotor melalui pembedahan kemudian diberi obat luka. 16. Penyakit Kulit Kepala Kelinci Penyakit kulit kepala pada kelinci disebabkan oleh jamur. Gejalanya yaitu timbul semacam sisik pada kulit kepala. Pengendalian dengan mengoleskan bubuk belerang. 17. Penyakit Impaction pada Kelinci Penyakit ini merupakan gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya sumbatan pada lambung maupun caecum. Sering terjadi pada kelinci muda yang disapih sebelum 3 bulan. Penyebab penyakit ini yaitu stres, kekurangan air, konsumsi makanan yang berlebih dan anak kelinci kekurangan nutrisi. Gejala Penyakit Impaction pada Kelinci a. Perut kelinci tampak membesar, b. Tidak bisa mengeluarkan feses/kotoran, c. Berat badan turun, d. Anus kelinci mengeluarkan seperti gel. Cara Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Impaction pada Kelinci a. Memberi minum yang cukup, b. Memberi pakan dengan kandungan serat 13-20% c. Memberi pakan yang mudah dicerna oleh kelinci. Demikian tentang “17 Penyakit Kelinci, Penyebab, Gejala dan Cara Pengendaliannya“. Semoga bermanfaat… Salam mitalom !!!
Demamdengue. Masih dari WHO, demam dengue merupakan penyakit yang rentan terjadi di musim penghujan, terutama saat banjir terjadi. Awas, demam dengue ini bisa menyebabkan komplikasi yang fatal. Contohnya, menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Singkat kata, bila tak segera ditangani, demam dengue bisa mengancam nyawa.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Saat ini kelinci tidak kalah tenar dengan hewan lain seperti kucing dan anjing sebagai hewan peliharaan. Bentuknya juga imut, lucu dan menggemaskan. Akan tetapi memang tak sejinak kucing atau anjing, tapi kelinci punya kelebihan lain yaitu bisa dibudidayakan untuk dimanfaatkan penyuka hewan yang menjadikan kelinci sebagai hewan peliharaan sudah bisa ditemui dibanyak daerah. Demikian juga peternakan kelinci sudah banyak berdiri dimana-mana, baik untuk kelinci hias, kelinci pedaging, atau perpaduan dari keduanya. Pada proses perawatan kelinci, musim hujan bisa dikatakan lebih berat penanganannya dibandingkan musim panas. Apalagi bagi peternak yang punya kelinci peliharaan banyak, yang otomatis kandangnya juga banyak/luas. Hal ini dikarenakan musim hujan akan membuat lingkungan atau kandang menjadi lebih lembab sehingga potensi timbulnya penyakit lebih besar. Berikut beberapa tips perawatan kelinci pada musim hujan, agar kelinci tetap sehat dan bisa tumbuh berkembang dengan baik. 1. Jaga asupan makanan dan air Pakan yang bagus dan berkualitas berperan penting dalam pertumbuhan kelinci. Kelinci harus diberi pakan secara teratur pada musim hujan. Kelinci akan mudah terserang diare dan juga kembung apabila kondisi perutnya kosong. Selain itu kelinci juga tergolong hewan yang suka banget ngemil, jadi ketersediaan pakan harus selalu diawasi. Untuk ketersediaan airnya juga harus tetap diberikan walaupun musim hujan. Air juga berperan penting dalam metabolisme tubuh kelinci. Bila airnya sudah kotor, segeralah ganti agar tidak menimbulkan penyakit. Penggunaan botol sebagai tempat air, akan lebih menjaga kebersihan air dibandingkan bentuk mangkok atau Beri tambahan vitaminSelain asupan makan minum yang cukup, perlu juga ditambahkan nutrisi dan vitamin A juga B untuk meningkatkan ketahanan tubuhnya, karena biasanya hawa dingin gampang membuat imun kelinci turun. Cara pemberiannya bisa dicampur dengan makanan atau minumannya, bisa juga melalui Jaga kenyamanan dan kehigienisan kandangKondisi kandang juga tak kalah penting dalam pemeliharaan kelinci. Ketika musim hujan usahakan tiupan angin tidak langsung mengenai kelinci. Udara musim hujan biasanya lembab, jadi suhunya pasti dingin. Disekitar kandang kelinci bisa ditutup terpal atau plastik untuk menahan angin agar tidak mengenai kelinci secara langsung. Disisi yang lain usahakan kondisi kandang tetap kering tidak sampai lembab. Ini untuk mencegah kandang menjadi tempat berkembang biaknya bakteri atau virus penyebab penyakit. Jadi walaupun ada penutup untuk menahan angin masuk, ketika matahari terik, penutup tersebut bisa dibuka untuk membiarkan sinar matahari bisa masuk kandang. Ini penting untuk menjaga sirkulasi udara dan agar kandang tidak menjadi pengap dan kandang juga harus diperhatikan. Kotoran atau sisa pakan harus segera dibersihkan jangan sampai menumpuk. Demikian juga tempat minumnya, harus selalu dijaga kebersihannya. Untuk menjaga kehigienisan kandang, gunakan juga disinfektan ketika membersihkan kandang. Biosepty bisa menjadi pilihan. Biosepty adalah disinfektan alami yang berfungi untuk membunuh bakteri, virus, dan jamur. Selain itu, Biosepty juga bisa untuk menetralisir bau kantoran malam hari gunakan juga lampu pijar sebagai penerangan kandang, karena kelinci juga hewan yang aktif di malam hari. Selain sebagai penerangan, lampu pijar juga bisa menjaga keadaan kandang agar tetap hangat. 1 2 Lihat Hobby Selengkapnya
Kelinci Bagi siapa saja yang menderita alergi, dilema kuno adalah ini: "Apakah saya membuat teman hewan saya dan menderita, atau apakah saya mengikuti saran dokter saya dan menyerah sobat berbulu saya?" Saya mengembangkan alergi yang cukup parah sebagai orang dewasa. Bagi saya tidak pernah pertanyaan: hewan saya adalah bagian dari keluarga saya dan akan tetap begitu.
- Inilah beberapa penyakit yang sering menyerang saat musim hujan dan sebaiknya Anda ketahui agar bisa mencegahnya. Musim hujan membuat udara menjadi lebih lembap dan memudahkan kuman penyebab penyakit, baik virus, bakteri, maupun jamur untuk berkembang biak. Beberapa penyakit memang tak mengenal musim alias bisa menyerang kapan saja. Namun, ada pula beberapa penyakit yang kejadiannya atau penularannya meningkat di musim tertentu. Mengenali berbagai penyakit umum yang biasa terjadi di musim hujan akan membuat Anda lebih waspada untuk mencegah penularannya. Dikutio dari Women's Health, berikut beberapa penyakit yang sering menyerang saat musim hujan, antara lain Baca Juga Apa Itu Capsaicin? Kenali Senyawa pada Cabai yang Bermanfaat untuk Tubuh 1. Tifus Penyakit yang sering terjadi di musim hujan pertama adalah tifus. Umumnya, penyakit ini sering ditemukan di negara-negara berkembang. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, yang menyebar lewat makanan yang telah terkontaminasi. 2. Selesma dan Influenza Penyakit yang sering terjadi di musim hujan kedua adalah selesma dan influenza. Influenza juga memiliki gejala yang hampir sama. Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan selesma. Penyakit ini umum disebut sebagai pilek. Selesma disebabkan oleh rhinovirus dengan gejala demam ringan, hidung beringus, dan bersin-bersin. Bisa juga disertai nyeri kepala dan batuk. Gejala influenza yaitu demam, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, nyeri otot, beringus, batuk, mata merah, serta denyut nadi meningkat. Baca Juga Apa Itu Thalassemia? Kenali Tanda dan Cara Mencegah Kondisi Kesehatan Ini 3. Demam berdarah dengue Penyakit yang sering terjadi di musim hujan ketiga adalah demam berdarah. Demam berdarah adalah penyakit menular musim hujan yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Demam berdarah disebut sebagai penyakit “break-bone” karena terkadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang serasa retak. 4. Kolera Penyakit yang sering terjadi di musim hujan selanjutnya adalah kolera. Kolera merupakan infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholera. Penyakit ini memiliki gejala utama diare cair dalam jumlah yang sangat banyak. Kolera bisa berbahaya jika sampai menyebabkan dehidrasi. Baca Juga Suka Makan Yogurt? Ini Waktu Terbaik Mengonsumsi Yogurt Moms 5. Diare Penyakit yang sering terjadi di musim hujan terakhir adalah diare. Meski terkesan sederhana, diare bisa mengakibatkan dehidrasi sampai kematian bila tak diatasi dengan baik. Saat musim hujan, umumnya diare diakibatkan oleh kualitas kebersihan yang menurun. Kuman penyebab diare bermacam-macam, mulai dari virus, bakteri, hingga jamur. Musim hujan erat kaitannya dengan peningkatan angka kasus diare. Maka dari itu, jangan lupa tingkatkan higienitas selama musim hujan. Rajinlah cuci tangan, konsumsi makanan bergizi, dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan demi menjaga kesehatan di musim hujan. Itulah beberapa penyakit yang sering menyerang saat musim hujan dan sebaiknya Anda ketahui agar bisa mencegahnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News 5 Waspada terhadap cuaca, terlebih di musim hujan. Karena sekarang sudah memasuki musim hujan, maka kita perlu ekstra waspada jika memelihara kelinci. Jangan meletakkan kandang di luar rumah ataupun di teras ketika hujan. Dengan meletakkan kandang di luar rumah ketika hujan turun, maka kelinci akan kedinginan serta sakit.
nastya_gepp/Pixabay Tipss memelihara kelinci di rumah saat musim hujan. - Bukan hanya kucing dan anjing, memelihara kelinci di rumah juga bisa menjadi teman yang menyenangkan. Hewan berbulu lebat ini bisa sangat menggemaskan saat bermain di halaman rumah. Tapi sayangnya, banyak orang yang tidak memberikan perawatan ekstra pada hewan ini saat musim hujan datang. Berbeda dengan anjing dan kucing, kelinci lebih sensitif sehingga mudah terserang penyakit. Dengan perawatan yang salah bukan hanya sakit, kelinci juga bisa mati karena terlambat diberi penanganan. Karena itu, bagi teman-teman yang memiliki atau ingin memelihara kelinci di musim hujan ini harus memperhatikan beberapa tips penting ini. 1. Jaga Asupan Makanan dan Air Pada musim penghujan, teman-teman sebaiknya tidak terlambat untuk memberikan makan. Dengan cuaca yang dingin, hewan ini bisa mudah terserang diare jika perut kosong terlalu lama. Baca Juga Tidak Menggunakan Tanda Tangan hingga Punya Pulau Kelinci, Ini 5 Fakta Unik Jepang Selain itu, hewan ini juga gemar sekali makan camilan, jadi awasi persediaan makan yang ada di dalam kandang agar selalu terisi dengan cukup. Sedangkan untuk air, teman-teman tetap harus memberikan air bersih secara rutin. Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Padasaat musim hujan biasanya menjadi bagian yang cukup merepotkan bagi penghoby dan peternak kelinci karena pada musim ini biasanya mulai timbul penyakit kembung dan mencret pada kelinci walaupun faktor hujan bukanlah merupakan faktor utama pemicu dari penyakit ini seperti pakan yang diberikan dan sanitasi kandang juga bisa menjadi pemicu
. Biasanya bulan desember sampai maret, banyak pertanyaan yang diajukan tentang keluhan banyaknya kelinci yang mati, kelinci tidak mau makan, kelinci anakan kembung dan kelinci indukan mati. Apakah kita termasuk setuju dalam hal ini, antara lain Musim hujan sudah menjadi biasa kelinci akan mudah sakit atau mati Hawa/ angin dingin akan menjadi masalah buat kelinci musim hujan, hijauan banyak yang muda, sehingga kelinci tidak kuat Kelinci tidak tahan pada musim hujan. Tidak bagus memelihara kelinci di musim hujan. Semua komentar itu kelihatannya benar adanya karena pada musim hujan telah terjadi kematian atau penyakit pada kelinci. Mari kita rubah pandangan itu menjadi Kita tingkatkan kasih sayang kita pada kelinci, kalau kelinci kelihatan kedinginan, perlu kita beri tirai agar tidak kedinginan, dan kelinci dibuat nyaman. Makanan pada musim dingin, volume pakan harus ditambah, terutama yang mengandung protein tinggi dan karbohidrat Kelinci dimusim dingin, berlu ditambah tambahan vitamin, yaitu vit B, Vit A dan harus diberi vi C., paling tidak dua minggu sekali Berilah asupan bakteri untuk penyeimbangan jumlah imbangan bakteri positif dan negatif, agar ketahanan dan daya tahan tubuh kelinci meningkat. bisa pakai GMP Khususnya malam hari, berilah tambahan penerangan lebih terang dan tambahan makanan hijauan, terutama jam 10 malam. Jangan biasa memberikan pakan yang basah pada musim dingin, misalnya maaf ampas tahu, ampas tapioka, tidak masalah katul atau bahan yang lain berujud mess diberi air matang dan diaduk, Untuk pendukung, disarankan Usahakan dibawah kandang jangan ada air atau becek, bila perlu di pel atau di sapu biar bersih. Jangan ada kotoran banyak menempel pada lantai kandang. Ventilasi udara bisa dikurangi, tetapi ditambah sinar matahari masuk, misalnya menggunakan asbes plastik atau genting kaca. Setiap sebelum memberi pakan, pakan lama harus dibersihkan bla perlu tempat dicuci agar tidak tejadi fermentasi atau jamur yang berkembang. Air minum pagi dan sore wajib diganti, jangan hanya di tambah minum. Buatlah jadwal rutin dan tepat ke kadang kelinci untuk mengurusnya. Setalah melakukan hal tersebut, semoga tida terjadi lagi masalah kelinci. Semoga 10 Maret 2011 - Posted by Tentang Prestasi
Halitu karena iklim cuaca di Indonesia terdapat dua musim, yakni musim panas dan juga musim hujan, sehingga cuaca menjadi dingin. Maka kelinci yang berbulu panjang seperti Fuzzy Lop misalnya, akan memberikan reaksi yang berbeda. Apalagi kelinci tersebut berasal dari daerah yang dingin, lalu dibawa ke daerah yang cuacanya panas.
.- Penyakit kelinci saat musim hujan Pada bulan Oktober - Maret seringkali kita mendengar banyak kelinci mati, bukan hanya kelinci anakan tetapi juga indukan? Mengapa? Apakah karena hujan?. Jawabannya hujan bukan penyebab, toh kelinci tidak kehujanan. Tetapi bahwa efek dari hujan pada rumput atau situasi kandang lembab basah seringkali menimbulkan penyakit, terutama penyakit dari Protozoa eimeria. Bahkan kelinci dewasa yang kebetulan daya tubuhnya kurang kuat ikut-ikutan terkena dampaknya. Bagaimana kita mengatasinya? Bukan obat yang kita cari, melainkan beberapa solusi berikut ini 1. Hati-hati dengan rumput. Rumput basah apalagi jika kehujanan gerimis itu tidak membersihkan kotoran debu secara total, melainkan justru menambah kotor. Terutama rumput yang berada di area industri atau perkotaan kotoran semakin akut karena sering kena debu kendaraan. Saat merumput usahakan pada siang hari setelah jam 11 siang setelah bakteri pada turun karena dihantam panas matahari. 2. kalaupun dapat rumput kering dan kotor karena banyak debu menempel tidak ada salahnya mencuci. Ini lebih aman. Masukkan rumput pada ember, beri air bersih terus diinjak-injak. Lihatlah, air akan menghitam pekat. Kita akan melihat betapa makanan untuk hewan kesayangan kita itu ternyata kotor penuh yang sering menyebabkan beberapa bakteri, terutama eimeria menyusup ke perut. Akibatnya perut kelinci tidak normal pencernaannya, lalu tumbuh gas yang menghambat laju feses keluar dan terus menggelembung. 3. Kandang lembab mestinya dihindarkan karena di sana juga muncul bakteri. Bisa jadi nanti bakteri menempel di makanan, minuman atau bahkan melalui udara. Kandang mesti rajin dibersihkan sampai bersih, usahakan pagi hari antara jam 7-9 terkena sinar matarari, minimal setengah jam. Jika tiga hal ini saja disadari sebagai sesuatu yang penting, niscaya kita akan terhindar dari kematian. Tetapi jika sudah sakit bagaimana? Cara Pencegahan Penyakit Kelinci Saat Musim Hujan Tentu kita akan bicara masalah pengobatan.
Musimhujana adalah musim kelinci mati mendadak karena mudah terserang penyakit Udara dingin adalah masalah yang sangat serius dari kelinci yang sulit diatasi Musim hujan membuat tanaman lebih cepat membentuk pucuk baru sehingga pakan kelinci jadi membuat lebih mudah mencret Kelinci tidak tahan
Halodoc, Jakarta - Beberapa penyakit tak mengenal musim atau waktu alias bisa menyerang kapan saja. Namun, ada pula beberapa penyakit yang angka kejaiannya atau penularannya meningkat di musim tertentu, contohnya musim penghujan. Apalagi bila penghujan menimbulkan banjir, makin banyak saja sederet penyakit yang bisa menghantui kita. Lalu, penyakit apa saja sih yang umumnya rentan terjadi dan harus kita waspadai selama penghujan? Berikut pembahasannya! Baca juga Tetap Sehat di Musim Hujan? Bisa kok! 1. Influenza Sebenarnya, penyebaran virus flu di negara kita tak mengenal bulan atau musim tertentu. Sebab secara epidemiologi, sirkulasi virus influenza di Indonesia selalu ada tiap tahunnya. Berbeda dengan di negara Amerika Serikat dan Australia, di kedua negara tersebut sirkulasi virus flu mencapai puncaknya pada musim dingin. Virus flu ini seringkali meningkat kasusnya di musim pancaroba dan hujan. Penyebabnya belum diketahui pasti, tetapi ada dugaan di masa tersebut sistem imun tubuh terhadap penyakit atau virus jadi berkurang. Virus penyebab penyakit flu ini dapat dengan mudah menyebar melalui udara atau air ludah. Virus penyebab penyakit ini pun dapat dengan mudah bermutasi setiap waktu, sehingga sistem imunitas tubuh sulit mendeteksi virus yang satu ini. Ini karena sulitnya sistem imun tubuh mendeteksi virus influenza ini, maka tubuh cenderung lebih mudah terkena flu. Lalu, bagaimana cara mencegah flu di musim penghujan? Perkuatlah sistem imun. Misalnya, dengan mengonsumsi makanan bergizi secara teratur, rutin berolahraga, menjaga gaya hidup sehat, dan istirahat yang cukup. Selain itu, apabila diperlukan kita dapat mengonsumsi suplemen vitamin C untuk memperkuat daya tahan tubuh dalam melawan virus penyebab influenza. Leptospirosis Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO - “Flooding and communicable diseases fact sheet”, banjir juga berpotensi menimbulkan penyakit menular lainnya seperti leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri nakal, namanya Leptospira. Dalam kebanyakan kasus, leptospirosis sering disebarkan oleh hewan. Mulai dari tikus, sapi, anjing, dan babi. Bakterinya bisa disebarkan lewat urine atau darah dari hewan yang telah terinfeksi. Nah, menyoal musim hujan ini, tikus sering kali menjadi biang keladi penyebaran leptospirosis. Lantas, seperti apa gejala dari penyakti ini? Menurut jurnal dalam National Institutes of Health di US National Library of Medicine, gejalanya bisa berupa demam, nyeri otot, batuk kering, mual, muntah, diare, mengigil kedinginan, atau sakit kepala. Selain itu, ada pula sebagian kecil pengidapnya yang mengalami sakit tulang, nyeri sendi, limfa atau hati yang membesar, konjungtivitis, ataupun pembesaran kelenjar getah bening. Hal yang perlu diawasi, gejala-gejala di atas bisa berkembang dalam 2 hingga 26 hari rata-rata 10 hari. Baca juga Waspada Banjir, Ini Bahaya Genangan Air bagi Kesehatan Diare Selain tiga penyakit di atas, diare merupakan penyakit di musim hujan yang juga mesti diwaspadai. Meski kelihatannya sepele, diare yang tak kunjung sembuh diare kronis bisa berbahaya, lho. Diare sendiri umumnya disebabkan karena konsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus, parasit, atau bakteri. Bagaimana dengan diare di musim hujan? Diare di musim hujan umumnya disebabkan gegara serangan bakteri Salmonella, Cholera, dan Shigella. Biasanya diare hanya berlangsung selama beberapa hari, tetapi bisa juga berminggu-minggu. Nah, segeralah temui dokter bila diare tak kunjung sembuh. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tifus Penyakit di musim hujan lainnya yang mesti diwaspadai contohnya tifus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, yang menyebar lewat makanan yang telah terkontaminasi. Umumnya, penyakit ini sering ditemukan di negara-negara berkembang. Seseorang yang mengidap penyakit ini bisa mengalami beragam gejala. Mulai dari demam, sakit kepala, sakit perut, konstipasi, ataupun diare. Jangan main-main dengan infeksi Salmonella. Sebab jika infeksi Salmonella memasuki aliran darah bakteremia, ia dapat menginfeksi jaringan di seluruh tubuh kita, termasuk Jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang meningitis. Lapisan jantung atau katup jantung. endokarditis. Tulang atau sumsum tulang osteomielitis. Baca juga Rentan Terjadi saat Banjir, Ini 9 Gejala Penyakit Tifus Demam dengue Masih dari WHO, demam dengue merupakan penyakit yang rentan terjadi di musim penghujan, terutama saat banjir terjadi. Awas, demam dengue ini bisa menyebabkan komplikasi yang fatal. Contohnya, menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Singkat kata, bila tak segera ditangani, demam dengue bisa mengancam nyawa. Alasannya bisa mengakibatkan demam berdarah dengue DBD. Seseorang yang mengidap DBD bisa mengalami muntah secara terus-menerus, perdarahan pada hidung dan gusi, darah pada urine, nyeri perut, cepat lelah, hingga sulit bernapas dan syok. Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Referensi World Health Organization WHO. Diakses Januari 2020. Flooding and Communicable Diseases Fact Sheet. Mayo Clinic. Diakses Januari 2020. Diseases & Conditions. Dengue Fever. MedicineNet. Diakses Januari 2020. Diarrhea Causes, Medicine, Remedies, and Treatment. US National Library of Medicine - NIH. Januari 2020. Leptospirosis.
Apalagiketika daya tahan tubuh sedang menurun, maka dengan mudah bisa terserang berbagai macam penyakit. Agar tidak sakit selama musim hujan, ada baiknya kenali dulu jenis penyakit apa saja yang rawan menyerang tubuh, dan bagaimana untuk menghindarinya. 1. Flu. Flu menjadi penyakit yang paling sering diderita saat musim hujan.
– Saat memasuki musim hujan tiba, kiranya penting bagi siapa saja untuk senantiasa menjaga atau bahkan meningkatkan daya tahan tubuh. Pasalnya, beberapa penyakit yang cenderung mudah menular atau menyebar pada musim lagi, jika hujan yang mengguyur menyebabkan banjir. Baca juga 7 Fakta Penting tentang Demam Berdarah DBD Berikut ini adalah beragam penyakit yang patut diwaspadai saat musim hujan Dokter menjelaskan penyakit tipes bisa menyebabkan kematian. Namun, dengan pengobatan tepat dan cepat, penyakit ini mudah disembuhkan. 1. Diare Diare adalah penyakit yang sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu personal hygine. Pada saat musim hujan dengan curah hujan tinggi, maka potensi bajir meningkat. Sementara, banjir berkaitan erat dengan kebersihan. Di mana, pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan ikut tercemar. Dengan demikian, ketersediaan air bersih menjadi terbatas dan potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat. Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan Kemenkes, untuk menanggulangi penyakit diare, masyarakat disarankan untuk tetap waspada dengan melakukan beberapa hal berikut Membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan dan setelah buang air besar BAB Merebus air minum hingga mendidih Menjaga kebersihan lingkungan Hindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal Segera hubungi petugas kesehatan terdekat bila mengalami gejala diare Baca juga 5 Penyebab Sering Diare pada Malam Hari yang Perlu Diwaspadai 2. Demam berdarah Selain diare, penyakit demam berdarah dengue DBD juga menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai pada saat musim hujan. Hal itu dikarenakan, pada musim hujan besar kemungkinan akan terjadi peningkatan jumlah tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti. Di mana, ketika hujan, akan ada semakin banyak genangan air dan sampah yang dapat memicu berkembang biaknya nyamuk pembawa virus dengue tersebut. Guna mencegah atau mengatasi persoalan DBD saat musim hujan, masyarakat pn disarankan melakukan beberapa hal berikut Berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3M yaitu, mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teraturm dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat Segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan jika mengalami sakit dengan gejala panas tinggi yang tidak jelas sebabnya, disertai adanya tanda-tanda perdarahan Baca juga 3 Jenis Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Penderita Demam Berdarah DBD 3. Leptospirosis Penyakit leptospirosis adalah salah satu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans dan ditularkan melalui hewan. Di Indonesia, hewan yang kebanyakan dapat menularkan penyakit tersebut adalah tikus, melalui kotoran air seseorang berada di sekitar tanah atau air tempat hewan yang terinfeksi buang air, kuman dapat menyerang tubuh mereka melalui luka di kulit, seperti goresan, luka terbuka, termasuk luka yang sudah mulai kering. Bakteri Leptospira juga bisa masuk melalui hidung, mulut, atau alat kelamin. Berikut ini adalah langka-langkah untuk mengantisipasi penyakit Leptospirosis Menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan hindari bermain air pada saat banjir, terutama pada saat memiliki luka Gunakan pelindung misalnya sepatu bila ke daerah banjir Segera berobat ke sarana kesehatan apabila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala disertai menggigil Baca juga 10 Gejala Leptospirosis, Penyakit yang Sering Muncul Saat Musim Hujan 4. Infeksi saluran pernapasan akut ISPA ISPA termasuk juga penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan. ISPA dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dari penyakit ini, yakni batuk dan demam yang bisa disertai dengan sesak napas hingga nyeri dada. Berikut ini cara mengatasi ISPA yang dapat dilakukan Cukup istirahat Pengobatan simtomatis sesuai gejala Meningkatkan daya tahan tubuh Menutup mulut ketika batuk dan tidak meludah sembarangan agar orang di sekitar tidak tertular oleh penyakit Salah satu tempat yang dapat menimbulkan terjangkitnya penyakit ISPA saat musim hujan adalah pengungsian, karena di sana banyak orang berkumpul. Baca juga 5 Bahaya Nikotin dalam Rokok Elektrik 5. Penyakit kulit Masalah kesehatan lain yang sering muncul pada musim hujan dan banjir adalah penyakit kulit, bisa berupa infeksi atau alergi. Gangguan kesehatan ini pada dasarnya dapat terjadi karena kebersihan yang tidak terjaga dengan baik. Berikut ini cara mencegah dan mengatasi penyakit kulit yang rawan terjadi saat musim hujan Selalu menjaga kebersihan kulit dan lingkungan Gunakan pelembab untuk mencegah kulit menjadi kering dan kusam Penyakit kulit yang muncul akibat infeksi jamur bisa diobati dengan obat salep antijamur atau antibiotik sesuai saran dokter Baca juga 10 Cara Mengatasi Kulit Kering secara Alami 6. Demam tifoid atau tipes Tifus atau tipes adalah penyakit yang perlu juga diwaspadai oleh masyarakat saat memasuki musim hujan. Faktor kebersihan makanan memegang peranan penting dalam terjangkitnya penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella typhi ini. Selain itu dapat terjadi perburukan penyakit kronik yang memang sudah diderita sebelumnya, karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan yang menimbulkan banjir. Baca juga 10 Gejala Tipes pada Anak dan Cara Mengobatinya Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. PenyebabKelinci Mati. Kelinci biasanya mati jika sedang bergantian musim dari panas ke dingin atau sebaliknya , saat kelinci melahirkan , dan juga saat kelinci akan mengalami musim hujan . Sebenarnya masih banyak lagi tetapi untuk kelinci yang mati mendadak biasanya di sebabkan oleh bebrapa faktor yang tadi disebutkan dan bisa saja kelinci Selamat Datang di Web Rumah Budidaya, tempat beragam macam budidaya yang akan disajikan dalam web ini secara rinci dan detail. Dibawah ini saya akan membahas materi tentang Mencegah Penyakit Kelinci di Musim Hujan, berikut penjelasannya Saat musim hujan dimulai, peternak kelinci harus selalu berhati-hati. Bingung dengan fenomena kelinci dari awal November hingga akhir Februari?. Keluhan tentang kematian tiba-tiba kelinci bulan ini lazim. Kelinci tidak hanya mati, tetapi mereka juga mati karena penyakit selama musim hujan. Tetapi jika dipikir-pikir, kelinci seharusnya tidak mati di musim hujan. Karena lokasi kelinci tidak hujan. Selain itu, di habitat aslinya, kelinci tidak mati selama musim hujan. Tapi mengapa kelinci itu mati? Apa yang salah dengan cuaca atau cuaca? Yang jelas adalah kesalahan manusia. Tentu saja, semua ada penyebabnya. Jika tidak ada sebab, itu tidak berpengaruh. Untuk alasan ini, untuk menjawab pertanyaan kelompok media sosial tentang penyakit kelinci selama musim hujan, Rumahbudidaya akan membagikan tips yang tepat untuk mencegah penyakit menyerang kelinci selama musim hujan. Dengan alasan banyak kelinci mati di musim hujan. Musim hujan adalah jawabannya, karena dapat mempengaruhi perubahan suhu dan kelembaban. Level udara berkurang dan tingkat kelembaban meningkat. Juga, rumputnya basah. Kondisi seperti inilah yang membuat kelinci sakit saat musim hujan. Bakteri dan virus meningkat dengan cepat. Rumput basah adalah tempat terbaik untuk pertumbuhan parasit eimeria. Eimeria sendiri adalah virus yang dapat menyerang tubuh kelinci dan menyebabkan diare dan lainnya. Musim hujan, khususnya, mengubah suhu dan kelembaban udara rata-rata. Situasi ini tentu saja tidak mempengaruhi kelinci, tetapi memiliki efek yang sangat baik pada perkembangan berbagai jenis protozoa, bakteri dan virus. Hujan membasahi rumput dan merupakan tempat yang bagus untuk pertumbuhan Amyria untuk menyerang tubuh kelinci. Kelinci dewasa dengan daya tahan lemah pasti terpengaruh. Tentu saja, untuk mengurangi risiko kematian, obat tidak bekerja secara optimal. Berikut ini beberapa langkah untuk mencegah penyakit kelinci di musim hujan 1. Cuci Rumput Pakan Kelinci Jangan berasumsi bahwa hujan membersihkan debu yang menempel pada rumput. Sebaliknya, jika hujan turun rumput menjadi lebih tercemar. Ini terutama berlaku di daerah perkotaan yang tercemar banyak sampah. Maka rumput yang akan digunakan sebagai pakan kelinci harus dicuci lagi. Saat rumput kering atau matahari tengah hari memanas pada pukul 11, perhatikan waktu asupan rumput hijauan sebanyak mungkin, karena dalam keadaan ini matahari dipengaruhi oleh panas matahari, yang dapat mengurangi bakteri. Hal yang sama berlaku untuk rumput kering. Selama musim hujan, berhati-hatilah untuk memastikan tidak ada bakteri. Anda harus mencucinya terlebih dahulu. Rumput kering sama buruknya dengan rumput basah karena debu terbang dapat menyerang kelinci. Adalah baik untuk mencuci rumput, kecuali untuk peternak di desa yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota, tetapi tidak salah untuk memastikan kebersihan pakan, karena ada risiko kontaminasi dengan pestisida. 2. Mengambil Rumput Tepat Waktu Berhati-hatilah saat makan rumput dengan pakan kelinci. Jika bisa diambil ketika kering, tidak akan basah karena hujan. Biasanya rumput mengering di bawah sinar matahari sekitar tengah hari, antara pukul dan Panas matahari dapat mengurangi pertumbuhan penyakit bakteri. 3. Hindari Kelembaban Kandang Kelinci Kandang dengan suhu lembab bisa menjadi tiram kelinci. Karena itu, mereka rentan terhadap skabies. Untuk mencegah hal ini terjadi, kurangi kelembaban di kandang dengan menempatkan kandang di bawah cahaya pagi yang panas di pagi hari. Biarkan mengering selama setidaknya 30 menit. Sampai semua bakteri di dalam kita mati. 4. Sediakan Air Minum Bersih Anda juga harus memberi minum kelinci. Namun, jangan memberikan air yang dikumpulkan dari air hujan. Ini karena kebersihan air hujan yang diterima tidak terjamin. Gunakan air sumur yang disimpan semalam atau selama beberapa jam. Petani di kota besar menderita masalah menurunkan kualitas air tanah sebagai air minum, tetapi masih aman bagi penduduk desa. Sekian Materi Pada Hari Ini Mengenai Budidaya Perternakan Dengan Materi 4 Cara Mencegah Penyakit Kelinci di Musim Hujan Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Pecinta Kelinci. Terima Kasih …!!! Baca Juga √Ciri–Ciri Kandang Kucing Bagus √Virus Bahaya untuk Kucing √Bahaya Kucing Makan Nasi √Fungsi Collar Pada Kucing √Bahaya Obat Manusia untuk Kucing √Cara Memilih Ikan Cupang Aduan √Makanan Burung Hantu
Masalahkesehatan lain yang sering muncul pada musim hujan adalah penyakit kulit, bisa berupa infeksi atau alergi. Gangguan kesehatan ini pada dasarnya dapat terjadi karena kebersihan yang tidak
Setiap orang memiliki ketertarikan masing masing dalam memilih hewan peliharaan. Hewan peliharaan seperti sahabat bagi manusia, bahkan ada yang menganggap seperti anggota keluarga sendiri yang dirawat dan disayang setiap memelihara hewan di rumah ada bermacam macam, diantaranya sebagai hobi, teman untuk menghilangkan kesepian atau menambah keramaian, dan ada pulayang diternakkan dalam hal ini diperjual belikan untuk hal satu yang dijadikan favorit sebagai hewan peliharaan ialah kelinci. Kelinci biasa digambarkan sebagai hewan yang sangat menyukai wortel dan mempunyai kemampuan berlari yang sangat cepat. Kelinci juga mempunyai ciri khusus pada giginya yang adalah hewan yang rentan pada pergantian cuaca, kelinci sering tidak dapat bertahan hidup ketika menghadapi cuaca dingin. Kelinci menyukai lingkungan dengan suhu kondusif antara 15 sampai dengan 20. Baca juga mengenai cara memelihara kelinci di kelembaban udara sekitar 60 sampai dengan 90% atau kategori sejuk. Kelinci bisa mati di musim hujan dikarenakan diare atau kebersihan yang buruk sehingga banyak bakteri merugikan yang menyerang. Lalu bagaimana cara yang kita lakukan agar kelinci dapat bertahan di musim hujan? Berikut tips nya ya sobat 1. KandangLetakkan kandang kelinci kelinci di posisi yang terhindar dari terpaan angin dingin atau hujan. Segera keringkan bulu kelinci dengan kain kering jika ia terkena hujan atau basah. Air dingin membuat suhu tubuhnya turun drastis, jika ini terjadi akan membuat ia tidak mau makan dan minum, bahkan bisa cepat kebersihan kandangnya sepanjang hari agar kering dan tidak lembab, jangan sampai tersimpan banyak kotoran di dalamnya. Bersihkan dengan disinfektan atau pembersih khusus yang bisa anda dapatkan di toko perlengkapan hewan agar kuman yang berkembang lenyap. Berikan kandang yang lebar agar ia lebih leluasa dan nyaman dalam bergerak kurang lebih 4 kali dari ukuran badannya. Baca juga mengenai cara membersihkan VentilasiPastikan kandang kelinci terkena sinar matahari tetapi bukan sinar matahari yang langsung menyorot atau langsung mengenai kelinci anda, cukup cahaya matahari yang tidak begitu terik. Sinar matahari diperlukan untuk menerangi dan mengeringkan kandang sekaligus membunuh kuman penyakit yang ada di yang lembab menimbulkan banyak kuman, berikan sirkulasi yang baik pada kandang kelinci agar udara selalu segar dan kering. Letakkan kandang pada tempat yang memiliki udara yang baik, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Baca juga mengenai cara mengobati MakananCuaca dingin menyebabkan perut kelinci kosong, hal itu bisa membuatnya masuk angin, kembung, dan terkena sakit diare. Ganti makanannya setiap hari untuk mencegah makanan basi dan kotor. Di musim hujan perbanyak makanan yang mengandung karbohidrat dan makanan berupa rumput yang basah mengakibatkan ia mudah terkena kembung dan diare karena rumput susah dijemur di musim hujan sehingga kadar air nya masih tinggi dan kemungkinan terdapat bakteri di dalamnya yang menyebabkan penyakit pada pencernaan. Bersihkan tempat makan nya terlebh dahulu setiap anda memberikan makanan MinumanUntuk jumlah air minum tidak dibatasi karena ia butuh air agar tidak dehidrasi. Air aman diminum kelinci karena umumnya awet atau tidak basi dalam jangka waktu yang lama. Tetap periksa kondisi air secara rutin, ganti secara berkala setiap pagi dan sore atau ketika air terlihat VitaminBeri asupan vitamin B dan vitamin A untuk ketahanan tubuhnya agar lebih kuat menghadapi musim dingin. Bisa diberikan dengan cara langsung melalui makanan atau disuntikkan setiap 2 minggu Beri PeneranganDi malam hari beri penerangan secukupnya kurang lebih 5 watt pada kandang kelinci, ia butuh cahaya terang selama 17 jam sehari, penerangan di malam hari juga bermanfaat untuk menghangatkan Pahami Gejala SakitWaspadalah jika kelinci anda terlihat tidak seperti biasanya, tanda kelinci sakit diantaranya Terlihat agak lemas, tidak banyak melakukan aktivitasNafsu makan menurun dan minum air lebih banyakBulu kusam dan rontokUrin keruh dan kental, kotoran lebih kecil dari biasanyaKuku tidak terlihat, mata sayuJika gejala tersebut terjai pada kelinci anda, segera bawa ke dokter hewan8. Siapkan ObatPenyakit yang sering menyerang kelinci di musim hujan ialah diare, untuk penyakit ini, anda bisa mengobati sendiri dengan 3 pupus daun jambu klutuk, 2 pupus daun pepaya, pupus daun pisang, dan garam sepucuk sendok teh. Berikan obat tersebut untuk pertolongan pertama, jika diare masih berlanjut, bawa ke dokter Cegah StresKelinci tidak menyukai dan mudah stress akibat bunyi yang bising misalnya kebisingan suara karena suara hujan, mesin cuci, pemotong rumput, dan peralatan rumah tangga lainnya yang berbunyi keras. Jangan dekatkan kelinci dengan hewan lain misalnya dari anjing atau kucing, karena kelinci akan kaget dan stres jika hewan tersebut mendekati kandang nya. Cuaca dingin membuat kelinci mudah lemah, jika ditambah dengan stres tentu akan membuat ia tidak dapat bertahan hidup Perbanyak KomunikasiKelinci adalah hewan sosial yang senang berinteraksi, beri perhatian pada kelinci anda, jika ia terlihat kedinginan, beri tirai pada kandangnya agar ia lebih nyaman. Sekali waktu keluarkan ia dari kandang nya dan ajak bermain, mengelus bulu nya membuat tubuh kelinci terasa hangat, bermain juga dapat membuat kelinci terhindar dari Cara MembersihkanMerendam kelnci di dalam air apalagi di musim hujan berbahaya bagi kelinci, bersihkan tubuh kelinci tanpa membuatnya kedinginan dengan cara sebagai berikut Pegang kelinci dengan lembut, sikat bulunya dengan sikat khusus bulu tepung jagung pada bagian tubuhnya yang kotor dan sisir untuk membersihkan kuku kelinci terpaksa menggunakan air akibat tubuhnya kotor, lakukan dengan kain lembut yang diberi air hangat, lalu keringkan bulu nya dengan pengering Jadwal Rutin ke KandangBuat jadwal rutin untuk memeriksa kelinci anda dan kondisi kandang ny, jangan sampai karena kesibukan anda tidak menghiraukan nya. buat jadwal misalnya setiap pagi dan sore untuk memastikan kondisi nya sehat dan baik baik Kesehatan yang MerawatKesehatan anda juga penting, bayangkan jika anda terkena sakit dan tidak bisa merawat kelinci anda. Anda juga wajib menjaga kesehatan dan kebersihan diri agar tidak menularkan penyakit pada kelinci anda. Tanpa adanya anda dalam kondisi baik, maka kondisi kelinci anda pun tidak akan disini dulu ya sobat pembahasan kali ini mengenai cara merawat kelinci di musim hujan. Semoga bisa membawa manfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa di artikel selanjutnya dan terima kasih sudah membaca dan berkunjung ya sobat. Salam hangat dari juga mengenai cara merawat kelinci anggora dan cara mencegah kucing hamil.
Menanamkentang yang besar dan sehat di tanah liat tidaklah terlalu sulit. Pada akhir musim, situs tersebut digali dan pupuk kandang serta gambut dimasukkan ke dalam tanah. Metode untuk memperbaiki struktur tanah untuk kentang: tambahkan pecahan bata yang diayak ke tempat tidur taman; oleskan bahan organik yang membusuk; gunakan siderates.
Jika tidak segera ditangani, pengidapnya dapat mengalami komplikasi seperti pneumonia, pleuritis, miokarditis peradangan otot jantung, gagal jantung akut, bahkan kematian. 4. Demam berdarah dengue DBD atau demam berdarah dengue adalah salah satu jenis penyakit menular musim hujan yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Demam berdarah disebut sebagai penyakit “break-bone” karena terkadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang serasa retak. Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba shock, bahkan kematian. 5. Malaria Malaria adalah penyakit berbahaya akibat infeksi parasit plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk anopheles. Penularan penyakit ini biasanya meningkat pada saat musim hujan dan berlanjut setelahnya. Bila tidak ditangani segera, malaria dapat berkembang dan berisiko mengancam nyawa seseorang yang mengalami. Malaria terutama perlu diwaspadai di area timur Indonesia seperti provinsi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. 6. Leptospirosis Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut Leptospira interrogans. Penyakit musim hujan ini “cukup populer” terjadi di Indonesia, biasanya dikenal sebagai penyakit kencing tikus. Anda bisa terkena penyakit penyakit ini karena menyentuh tanah atau air, tanah basah, atau tanaman yang terkontaminasi oleh urine binatang yang terinfeksi. Selain tikus, hewan yang paling sering menularkan leptospirosis adalah sapi, babi, anjing, reptil dan hewan amfibi, serta hewan pengerat lainnya. Demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, otot betis sakit, dan sakit perut adalah gejala yang menandai penyakit ini. Pada kasus tertentu, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, meningitis, hingga kegagalan pernapasan. Tips mengatasi penyakit musim hujan Saat Anda mengalami beberapa penyakit musim hujan, biasanya kebutuhan cairan Anda akan meningkat. Terutama jika Anda merasakan demam, mengalami diare, dan muntah-muntah. Apa yang harus dilakukan agar Anda tidak kekurangan cairan? Pada orang dewasa normal, kebutuhan cairan tubuh yang disarankan berkisar 2-2,5 liter perhari. Jika dibagi berdasarkan jenis kelamin, maka wanita dewasa disarankan untuk minum sekitar 1,6 liter. Sedangkan, pria disarankan untuk minum 2 liter tiap hari. Cairan tubuh kita tidak hanya mengandung air, tetapi juga ion. Menjaga keseimbangan ion tubuh juga penting agar metabolisme tubuh tetap optimal. Selain itu, untuk menghindari penyakit akibat kontaminasi makanan, biasakan pula cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas.
MenjagaKelinci. Beberapa peternak kelinci tetap kuatir saat musim-musim penghujan telah mulai hadir. Pada awal bulan oktober, november, desember makin banyak laporan tentang kematian kelinci dengan mendadak. Banyak laporan masuk dari beberapa peternak kelinci kematian mendadak bukan sekedar pada anak kelinci tetapi ikut untuk kelinci indukan. Sedia payung sebelum hujan, cegah sebelum terlambat. Pepatah itu menjadi semakin bermakna ketika memasuki musim hujan yang rawan penyakit. Ya, pencegahan penyakit harus lebih serius lagi di musim hujan. Baca artikel ini sampai habis untuk tahu cara mencegah dan mengatasi penyakit di saat musim hujan. Dalam artikel ini akan dibahas apa saja jenis penyakit yang sering merebak di saat musim hujan, cara mencegah, dan cara mengatasi penyakit-penyakit itu. Informasi dalam artikel ini dirangkum dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, silakan lihat bagian “sumber referensi” di akhir artikel untuk melihatnya. Pencegahan Penyakit di Musim Hujan Curah hujan yang tinggi sering mengakibatkan banjir. Di Indonesia sendiri, khususnya di ibu kota Jakarta, bencana ini terjadi setiap tahun. Ini menimbulkan banyak ancaman penyakit berbahaya bagi orang dewasa maupun anak-anak selama bencana seperti itu. Terlebih lagi selama musim hujan tubuh manusia biasanya berkurang staminanya sehingga lebih rentan terkena infeksi. Kondisi lembap selama musim hujan juga menyuburkan perkembangan bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan infeksi penyakit. Infeksi semacam itu bisa menjangkit melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Berikut adalah jenis-jenis penyakit yang mudah menjangkit di saat musim hujan & cara mencegah serta mengatasi penyakit itu. Penyakit di Musim Hujan Diare Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri di usus besar yang mengakibatkan BAB menjadi encer. Jika infeksi menjadi lebih parah, BAB bisa jadi akan mengandung darah. Bagaimana cara mencegah penyakit di saat musim hujan ini? Anda harus selalu mencuci tangan dengan saksama sebelum makan dan setelah selesai menggunakan toilet, sehingga mencegah bakteri berkembang biak. Bagaimana cara mengatasi penyakit di musim hujan ini? Sebaiknya pergi ke dokter dan minum air yang banyak. Sekitar 60 – 70 persen diare pada anak-anak disebabkan oleh infeksi bakteri yang perlu penanganan khusus. Penyakit Musim Hujan Demam Berdarah Demam berdarah adalah penyakit yang ditularkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti. Jenis nyamuk ini berkembang biak di daerah genangan air. Jadi di musim hujan ketika ada banyak genangan air di segala bentuk wadah, mereka punya banyak tempat untuk bersarang. Jika nyamuk Aedes aegypti menggigit kita, mereka menularkan virus dengue yang dapat mengakibatkan penyakit demam berdarah. Bagaimana cara mencegah penyakit di saat musim hujan ini? Kita dapat melakukan pencegahan demam berdarah dengan lebih sering membersihkan bak air, menjaga lingkungan tetap bersih, dan membersihkannya dari barang-barang yang dapat membuat air hujan menggenang. Bagaimana cara mengatasi penyakit di musim hujan ini? Demam berdarah tidak bisa ditangani hanya dengan perawatan di rumah. Penderitanya harus mendapat perawatan intensif dari dokter. Jadi segeralah datang ke dokter atau rumah sakit terdekat apabila mengalami gejala-gejala demam berdarah seperti demam tinggi yang tiba-tiba selama 2 – 7 hari, bintik-bintik merah di kulit, nyeri sendi, nyeri otot, dan sakit kepala hebat. Penyakit Musim Hujan Leptospirosis Penyakit Kencing Tikus Leptospirosis adalah penyakit yang menular melalui air kencing hewan yang telah terinfeksi seperti tikus yang mengandung bakteri leptospira. Bakteri itu dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau membran mukosa yang bersentuhan langsung dengan air, tanah basah, atau lumpur yang terkontaminasi kencing hewan. Gejala-gejala leptospirosis antara lain demam tinggi, sakit kepala, menggigil, nyeri otot, muntah-muntah, kulit kuning, diare, dan ruam. Bagaimana cara mencegah penyakit ini saat musim hujan? Hindarilah kontak dengan air atau tanah basah yang mungkin terkontaminasi kencing hewan. Jangan mengarungi, berenang di, atau menelan air dari banjir, danau, sungai, atau rawa. Sebelum minum air, rebus dulu air itu atau gunakan bahan kimia untuk membasmi kuman di dalamnya, terutama kalau airnya berasal dari sumber yang bisa terkontaminasi. Tutupi luka atau lecet dan kenakan pakaian pelindung, terutama alas kaki, saat harus mengarungi banjir atau air lain yang mungkin terkontaminasi. Bagaimana cara mengatasi penyakit di musim hujan ini? Jika mengalami gejala-gejala leptospirosis, segeralah datang ke dokter. Beritahukan padanya bahwa penyakit itu mungkin akibat terkena air yang terkontaminasi. Penyakit Musim Hujan Infeksi Saluran Pernapasan Akut ISPA Infeksi saluran pernapasan akut ISPA biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau mikroorganisme lainnya. Gejala-gejala dari ISPA antara lain batuk, hidung beringus, demam, sakit tenggorokan, sesak napas, dan nyeri dada. Bagaimana pencegahan penyakit ini di saat musim hujan? Cucilah tangan secara teratur, khsuusnya sehabis melakukan kegiatan di tempat umum. Jangan sentuh bagian wajah agar virus, bakteri, atau kuman lainnya tidak masuk melalui mulut, hidung, atau mata. Perbanyak asupan vitamin C untuk menguatkan daya tahan tubuh. Dan rajinlah olahraga untuk semakin memperkuat daya tahan tubuh. Bagaimana cara mengatasi penyakit musim hujan ini? ISPA paling sering disebabkan oleh infeksi virus, yang biasanya akan sembuh sendiri meski tidak diobati. Namun Anda bisa meredakan gejala-gejalanya dengan lebih banyak beristirahat, minum banyak air putih, minum air jeruk nipis dicampur madu, berkumur air hangat untuk meredakan sakit tenggorokan, dan menghirup uap dari air panas untuk melegakan hidung tersumbat. Jika gejala-gejalanya tidak juga membaik, sebaiknya pergi ke dokter. Dokter dapat meresepkan obat-obat tertentu untuk membantu mempercepat pemulihan. Penyakit di Musim Hujan Penyakit Kulit Musim hujan sering menimbulkan genangan air di jalanan, yang bisa membuat jamur penyebab penyakit kulit tumbuh subur. Pakaian kita juga jadi sering basah terkena hujan yang bisa menyebabkan penyakit kulit. Bagaimana pencegahan penyakit ini di saat musim hujan? Cara yang paling mudah adalah dengan segera mengganti pakaian yang sudah terkena hujan. Dan segera mandi dengan sabun setelah kehujanan. Bagi yang memakai jas hujan, jemur dulu jas itu sampai kering sebelum memakainya lagi untuk mencegah jamur tumbuh. Penyakit Musim Hujan Demam Tifoid Tipes Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Orang yang terinfeksi demam tifoid biasanya akan mengalami demam di malam hari yang menghilang di siang hari, sakit kepala, mual, muntah, hilang selera makan, dan sakit perut. Jika menginfeksi anak-anak, penyakit ini bisa menyebabkan diare. Jika menginfeksi orang dewasa, biasanya menyebabkan sembelit. Bagaimana cara mencegah penyakit musim hujan ini? Selalu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Jangan minum air dari sumber yang telah terkontaminasi. Jangan makan buah dan sayur yang tidak dicuci bersih. Pilihlah makanan yang dihidangkan panas-panas, dan sebaiknya tidak beli makanan di pinggir jalan. Bagaimana cara mengatasi penyakit di musim hujan ini? Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala-gejala demam tifoid. Jika memang penyebabnya adalah demam tifoid, dokter dapat meresepkan obat antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi bakteri penyebab penyakit ini. Selama menjalani pengobatan, jangan lupa untuk minum banyak air agar tidak dehidrasi. Karena ada banyak penyakit yang mudah menjangkit selama musim hujan, kita perlu lebih serius dalam melindungi diri kita. Jagalah kebersihan rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Beri perhatian khusus pada area-area seperti kamar mandi, wastafel dapur, dapur, dan tempat cuci pakaian. Demikianlah artikel ini yang membahas tentang penyakit di musim hujan. Semoga informasi ini dapat membuat kita semua lebih waspada terhadap bahaya kesehatan di sekitar kita. Temukan juga ulasan-ulasan bermanfaat lain seputar kesehatan hanya di Sumber Sumber Referensi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai dan Langkah Antisipasinya. Published 2014-01-13. URL Accessed 2020-01-15 Combiphar. Common diseases during the rainy season. Published 2015-02-05. URL Accessed 2020-01-15 Centers for Disease Control and Prevention. Leptospirosis. Reviewed 2018-05-01. URL Accessed 2020-01-15 Healthline Editorial Team. Acute Respiratory Infection. Reviewed 2019-03-04. URL Accessed 2020-01-15 About the author Artikel dibuat oleh tim penulisan kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Kontak penulis... Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

Kelinci banyak yang mati dimusim hujan lantaran sumber pakannya tidak cocok yang dapat mengakibatkan penyakit kembung atau buang air cair pada kelinci, sehingga kebanyakan warga menjual ternaknya, lalu membeli bibit lagi setelah musim hujan usai, dan begitu seterusnya," ungkapnya.

JAKARTA, - Bagi pemilik tanaman di kebun, hujan merupakan sebuah berkah yang disambut baik. Namun, terkadang hujan yang terus-menerus dapat membuat tanaman di kebun mengalami banyak masalah. Dilansir dari Gardening Know How, Selasa 14/12/2021, cuaca yang terlalu basah bisa menyebabkan penyakit pada tanaman melalui bakteri dan jamur patogen yang dipupuk oleh kelembapan jangka panjang pada daun serta sistem akar. Baca juga 9 Kiat Perawatan Tanaman Cabai di Musim Hujan Hujan yang berlebihan atau terus-menerus bisa menyebabkan tanaman mengalami penyakit kerdil, bintik-bintik pada dedaunan, pembusukan pada daun, batang, atau buah, tanaman layu, bahkan tanaman mati. Cuaca hujan yang ekstrem juga mencegah penyerbuk mempengaruhi pembungaan dan pembuahan. Namun, dengan pemantauan dan pengenalan awal, Anda dapat menghindari masalah-masalah tersebut. Baca juga 9 Tips Merawat Bunga Mawar saat Musim Hujan agar Tidak Layu dan Mati Penyakit yang dapat menyerang tanaman saat musim hujan Ada pun sejumlah penyakit yang dapat menyerang tanaman saat musim hujan tiba seperti berikut ini. Antraknosa Jamur antraknosa menyebar pada pohon yang tengah berganti daun dan selalu hijau selama musim hujan berlebih. Biasanya, jamur ini mulai muncul pada cabang tanaman yang lebih rendah, lalu secara bertahap menyebar ke atas juga Simak, 8 Tips Menanam Cabai Saat Musim Hujan Disebut juga hawar daun, antraknosa muncul sebagai lesi gelap pada daun, batang, bunga, dan buah dengan daun gugur prematur. Untuk memerangi jamur ini, buang sisa-sisa pohon selama musim tanam. Pangkas daun untuk meningkatkan aliran udara dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi. Semprotan fungisida dapat bekerja, tetapi tidak praktis pada pohon besar. Baca juga Cara Mengatasi Tanaman yang Rusak akibat Hujan Lebat Embun tepung PIXABAY/WILLFRIED WENDE Ilustrasi penyakit embun tepung atau powdery mildew pada tanaman. Embun tepung atau jamur tepung adalah penyakit umum lainnya yang disebabkan oleh hujan berlebih. Jamur ini terlihat seperti pertumbuhan tepung putih pada permukaan daun dan menginfeksi dedaunan baru dan tua. Tanda dari penyakit ini umumnya daun tanaman rontok sebelum waktunya. Angin membawa spora embun tepung dan dapat berkecambah tanpa kelembapan. Untuk membasmi jamur ini, dapat menggunakan sinar matahari, mengaplikasikan minyak nimba, belerang, bikarbonat, dan fungisida organik dengan Bacillus subtillis atau fungisida sintetis. Baca juga Trik Menanam Cabai pada Musim Hujan agar Bebas Penyakit Antraknosa Jamur kudis Jamur kudis menyebabkan daun menggulung dan menghitam serta muncul bintik hitam pada daun semak mawar saat musim hujan. Hawar api Hawar api adalah penyakit bakteri yang menyerang pohon buah-buahan seperti pir dan apel.

Jawabannyahujan bukan penyebab, toh kelinci tidak kehujanan. Tetapi bahwa efek dari hujan pada rumput atau situasi kandang lembab basah seringkali menimbulkan penyakit, terutama penyakit dari Protozoa eimeria. melainkan justru menambah kotor. Terutama rumput yang berada di area industri atau perkotaan kotoran semakin akut karena sering

Cara Penanganan dan Penanggulangan Ternak Kelinci Pada Saat Musim Hujan Merawat Kelinci. Memasuki musim penghujang, pertanyaan-pertanyaan dari rekan-rekan peternak kelinci yang masuk ke email dan juga langsung relatif selalu sama. Masalah yang dihadapi para peternak pada musim penghujang sebenarnya sudah memiliki solusi dan sudah beberapa kali saya bahas baik itu dalam bentuk penyuluhan antar kelompok ternak kecil di kampung saya maupun saya tuliskan di blog saya yang sederhana ini, akan tetapi masih banyak teman-teman peternak yang tidak bisa menyikapi masalah musim hujan dengan bijak, sebagai contoh salah satunya pada artikel penyebab utama kematian kelinci pada musim hujan yang telah saya tulis sebelumnya. Musim hujan mulai masuk pada bulan agustus sampai dengan maret memang sering menjadi musim keluhan bagi para peternak kelinci, terutama kasus kematian massal. Penyakit yang dihadapi para peternak kelinci sampai hari masih tetap masalah klasik, tidak seperti kasus sapi yang diterpa virus baru. Keluhan para peternak kelinci cenderung pada masalah kelinci tidak mau makan, kembung sampai kelinci mati secara massal. Dilihat dari dampak yang diakibatkan memang sangat memprihatinkan akan tetapi penyebab masalah ini sebenarnya tidaklah sesulit dampaknya. Belajar dari pengalaman adalah hal yang paling baik, ulet dan memperhatikan keadaan di sekitar lingkungan, jika tidak kerugian yang sama akan anda alami setiap tahun. Hal yang paling pertama saya tekankan adalah curhatan para pemeliharan kelinci yang paling umum masuk pada saat musim hujan. Berikut ini komentar yang paling sering muncul Musim hujana adalah musim kelinci mati mendadak karena mudah terserang penyakit Udara dingin adalah masalah yang sangat serius dari kelinci yang sulit diatasi Musim hujan membuat tanaman lebih cepat membentuk pucuk baru sehingga pakan kelinci jadi membuat lebih mudah mencret Kelinci tidak tahan dengan air hujan sangat tidak disarankan memelihara kelinci pada saat musim hujan Masih banyak komentar lain yang bermunculan akan tetapi paling tidak alasan yang paling klise adalah kelima masalah tersebut. Susah untuk memberikan label pada para peternak yang selalu muncul dengan komentar negatif seperti di atas, karena sedikit banyaknya komentar tersebut memang ada benarnya. Hanya saja apakah setiap musim hujan kelinci di seluruh dunia akan mati? Tentu saja tidak toh masih banyak peternak kelinci yang mampu bertahan melawan musim hujan, dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang salah salah bukanlah musim hujan akan tetapi perbedaan antara peternak kelinci yang sukses dan yang gagal melewati musim hujan. Berdasarkan pengalaman yang saya bangun sendiri selama beternak kelinci, ada beberapa hal yang sering disepelakan oleh para peternak kelinci pada saat musim hujan tiba. Hal ini sangat sepele akan tetapi jarang dipahami. Masalah-masalah tersebut adalah Pakan Kelinci dan Rumput Tidak Sehat Musim hujan bukanlah musibah, karena alam membutuhkan air dari langit untuk tetap dapat melaksanakan siklusnya begitupun dengan kelinci yang merupakan bagian dari alam. Rumput yang digunakan pada saat musim hujan masih tetap sama akan tetapi jika ditinjau lebih baik, rumput tersebut secara fisik berbeda. Perbadaan inilah yang sangat jarang diamati oleh peternak kelinci pemula. Kelinci yang tidak memiliki lambung tidak memiliki daya tahan yang baik seperti pada sapi dan juga kambing terhadap rumput di musim hujan. Air yang menetes ke tanah membuat sebagian kecil dari tanah dan debu terpecik ke atas dan melekat pada rumput yang digunakan sebagai pakan kelinci. Setelah hujan para petani bisanya langsung memberi makan dari rumput yang diambil dari alam dengan asumsi bahwa air hujan telah mencucinya bersih padahal tidak demikian. Debu dan tanah yang dimakan oleh kelinci bersama dengan rumput akan menyebabkan masalah pencernaan serius, oleh karena ada baiknya mencuci bersih rumput yang diambil pada saat musim hujan dengan cara merendam ke dalam air agar debu dan tanah yang melekat dapat hilang. Air Hujan Mengandung Asam Masalah air hujan berasam tidak pernah saya temukan di desa saya karena kebetulan desa saya masih jauh dari industri. Air hujan yang turun dari langit bukanlah air hujan murni melainkan banyak larutan yang terkandung di dalam air tersebut. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah air hujan pada daerah dekat dengan industri besar dan perkotaan kemungkinan mengandung asam sulfat yang menguap dari polusi udara. Banyak petani yang menganggap remeh masalah karena kurangnya pengetahuan mengenai kandungan dari air yang baik untuk kelinci. Solusi dari masalah ini adalah hindari pemberian air minum langsung dari air hujan atau dari sumur yang airnya berasal dari air hujan, kecuali pada sebagian sumur tertutup yang airnya berasal dari resapan air tanah yang masih sehat. Masalah lain yang dihadapi oleh para peternak kelinci pada musim hujan adalah tata cara pengaturan model kandang dan tempat kandang. Kebanyakan dari peternak kelinci yang gagal tidak belajar tata ruang yang berkaitan dengan sirkulasi udara dan juga kondisi kandang ketika terkena hujan. Kelembaban udara yang cenderung naik pada saat musim hujan meningkatkan resiko anoreksia san scabies pada kelinci oleh karena bacalah secara seksama mengenai petunjuk menyelesaikan kedua masalah tersebut. 4999.